Memori Andalusia dan Ceuta Kembali Terungkit Usai Maroko Kalahkan Portugal dan Spanyol di Piala Dunia 2022

Kemenangan Singa Atlas dapat dikatakan ‘pembalasan’ atas pendudukan Spanyol seabad silam. Hampir selama 44 tahun (1912-1956) Maroko dijajah Spanyol. Berdasarkan buku Timeline for the Third Rif War karya Steven Thomas, dalam rentang tahun itu Maroko dan Spanyol pernah terlibat perang besar, Rif. Dalam perang ini Negeri Matador membonceng Prancis untuk menyeberangi Selat Gilbratar.


Perang Rif, disebut juga Perang Maroko Kedua, meletus pada awal 1920-an antara Spanyol dan Prancis melawan suku Berber di wilayah pegunungan Rif di Maroko. Tentara Rif dipimpin oleh Abd al-Karim. Pada awalnya, Maroko berhasil mengalahkan tentara Spanyol. Dengan menggunakan taktik perang gerilya, tentara Maroko merebut senjata tentara Spanyol.


Mundur pada abad 18, Maroko pernah perang dengan Spanyol. Berdasarkan A History of Modern Morocco, karya Susan Gilson Miller dari Cambridge University 2013, perang ini disebut Perang Maroko Pertama. 

Namun, banyak yang menyebut peristiwa itu dengan Perang Tetuan atau Perang Afrika. Pertempuran yang berlangsung dari 22 Oktober 1859 hingga ditandatanganinya Perjanjian Wad-Ras pada 26 April 1860. Konflik yang bermula serbuan suku Maroko di kota Ceuta. Spanyol pun membalasnya dengan menyerbu Maroko.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memori Andalusia dan Ceuta Kembali Terungkit Usai Maroko Kalahkan Portugal dan Spanyol di Piala Dunia 2022"

Post a Comment