Featured post

Harian Asia Raya Memberitakan Janji Jepang untuk Kemerdekaan Indonesia, 1944

ASIA - RAYA ||   Waktu: September 1944 Tempat: Tokoh: Peristiwa: Harian Asia Raya terbitan 8 September 2604 (=1944) memberitakan janji...

Erdogan: Dunia Islam Bersatu Bela Qatar Melawan Terorisme Israel


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Islam-Arab di Doha, Qatar, pada Senin (15/9/2025), menjadi bukti nyata dukungan penuh dunia Islam terhadap negara Teluk tersebut. Dalam pidatonya, Erdogan menyoroti bahwa solidaritas ini lahir di tengah ancaman nyata dari Israel yang baru saja melancarkan serangan mematikan ke Qatar.

Serangan Israel yang terjadi pekan lalu menargetkan pemimpin Palestina yang tengah membahas proposal gencatan senjata di Doha. Bagi Erdogan, tindakan itu bukan sekadar pelanggaran hukum internasional, melainkan peningkatan eskalasi kekejaman Israel ke tingkat yang belum pernah ada sebelumnya. Ia menyebut serangan itu sebagai bentuk nyata dari mentalitas teroris yang diusung Israel.

Erdogan menyampaikan bahwa dunia kini menyaksikan sebuah negara yang tidak hanya menolak perdamaian, tetapi juga secara aktif mengobarkan kekacauan dan pertumpahan darah. Dengan nada tegas, ia menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai aktor utama yang mendorong pembantaian dan praktik genosida terhadap rakyat Palestina.

Lebih lanjut, Erdogan menekankan bahwa Netanyahu tidak bisa lagi menyangkal ambisinya. Menurutnya, apa yang dilakukan Israel bukan sekadar mempertahankan keamanan, melainkan upaya sistematis untuk melenyapkan Palestina dan menciptakan ketidakstabilan regional.

Di hadapan para pemimpin negara Islam, Erdogan menyerukan peningkatan langkah diplomatik yang lebih terkoordinasi. Ia menilai sanksi terhadap Israel harus diperluas dan ditegakkan dengan konsisten agar pesan tegas dunia Islam benar-benar dirasakan.

Menurutnya, negara-negara Islam memiliki sarana, potensi, dan kekuatan kolektif untuk menghadang ambisi ekspansionis Israel. Baik melalui jalur diplomatik, ekonomi, maupun kerja sama pertahanan, kekuatan dunia Islam diyakini mampu menggagalkan langkah agresif tersebut.

Turki, kata Erdogan, akan tetap berada di garda depan perjuangan mendukung Palestina. Ia menegaskan komitmennya bahwa perjuangan itu tidak akan berhenti sampai negara Palestina benar-benar berdiri berdaulat dengan perbatasan tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Pidato Erdogan juga menyinggung posisi Turki terhadap Qatar. Ia menyampaikan solidaritas penuh dan menekankan bahwa Ankara siap membantu Doha dalam segala aspek, termasuk berbagi kemampuan industri pertahanan.

“Turki tidak hanya akan memberikan dukungan moral, tetapi juga dukungan nyata di lapangan. Kita siap membuka jalur kerja sama pertahanan dengan Qatar maupun negara sahabat lainnya,” ujar Erdogan, menekankan tekadnya memperkuat ikatan strategis di kawasan.

Erdogan menilai serangan Israel ke Qatar adalah sinyal bahaya yang tidak boleh diremehkan. Jika dunia Islam gagal bersatu, ia khawatir Israel akan semakin berani meluaskan operasi militernya ke negara-negara lain di kawasan Teluk.

Dalam forum itu, ia juga mengingatkan bahwa kekuatan militer Israel hanya bisa diimbangi oleh konsolidasi politik dan ekonomi negara-negara Islam. Menurutnya, dominasi tidak akan tumbuh jika ada solidaritas yang kuat.

KTT Islam-Arab di Doha dihadiri sejumlah kepala negara dan menteri luar negeri dari kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Kehadiran mereka dipandang sebagai bentuk nyata bahwa serangan Israel ke Qatar dianggap sebagai serangan terhadap seluruh dunia Islam.

Para peserta KTT mendukung penuh seruan Erdogan untuk memperkuat koordinasi. Mereka menyepakati perlunya langkah kolektif untuk memastikan Israel tidak lagi bertindak sewenang-wenang.

Erdogan menambahkan bahwa dunia Islam tidak boleh terjebak dalam sekadar retorika. Ia mendesak agar keputusan politik segera diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret yang bisa dirasakan dampaknya di lapangan.

Dalam pidatonya, Erdogan juga mengangkat dimensi jangka panjang. Menurutnya, kemenangan melawan ekspansionisme Israel tidak bisa diraih dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan kerja sama yang terencana selama beberapa dekade.

“Jika kita ingin memastikan generasi mendatang hidup dalam kedamaian, maka kerja sama hari ini adalah investasi masa depan,” tegas Erdogan.

Turki, menurut Erdogan, sudah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memperluas jejaring industri pertahanan dengan negara-negara sahabat. Ini termasuk pengembangan teknologi drone, sistem pertahanan udara, dan kendaraan lapis baja.

Dengan retorika yang penuh semangat, Erdogan menegaskan bahwa sejarah akan mencatat siapa yang berdiri tegak membela keadilan dan siapa yang berdiam diri ketika genosida berlangsung.

Pidatonya di Doha ditutup dengan seruan agar dunia Islam memanfaatkan momentum serangan Israel ke Qatar sebagai pemicu persatuan. Erdogan menyebut, hanya dengan persatuan, dunia Islam bisa menghadapi abad mendatang dengan posisi yang lebih kuat.

KTT di Doha akhirnya menjadi panggung yang menunjukkan bahwa solidaritas dunia Islam terhadap Qatar tidak sebatas simbolik. Dengan adanya janji konkret dari Turki dan dukungan kolektif negara Arab, pesan yang dikirimkan jelas: Israel tidak bisa lagi bertindak tanpa konsekuensi.

Baca selanjutnya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Erdogan: Dunia Islam Bersatu Bela Qatar Melawan Terorisme Israel"

Post a Comment