Pemerintahan Yaman yang kini berpusat di Riyadh, Arab Saudi, tetap diakui secara internasional sebagai pemerintah sah. Namun, banyak pihak menilai sudah waktunya bagi Presiden Dewan Kepemimpinan Rashad Al Alimi untuk menetap di dalam negeri, khususnya di kota Seiyun, Hadramaut, sebagai pusat operasional pemerintah.
Seiyun dipilih karena kondisi keamanan yang relatif stabil dibandingkan ibu kota Aden dan beberapa provinsi selatan lain yang masih terdampak konflik. Kota ini menyediakan lingkungan aman bagi pejabat negara, sekaligus memungkinkan koordinasi langsung dengan aparat militer dan sipil di wilayah timur Yaman.
Menetap di Seiyun akan mengurangi biaya operasional tinggi yang selama ini dibebankan akibat pemindahan pemerintah ke Riyadh. Biaya keamanan, fasilitas kantor sementara, akomodasi pejabat, serta perjalanan diplomatik dapat diminimalkan secara signifikan.
Selain efisiensi biaya, kehadiran pemerintah di tanah air juga akan meningkatkan kepercayaan rakyat. Warga Yaman bisa melihat langsung keberadaan pemimpin mereka, yang memperkuat legitimasi dan simbol kedaulatan negara, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pemulihan negara.
Jajaran kabinet, dari level Perdana Menteri ke bawah, akan lebih efektif jika berada di Yaman. Koordinasi antar kementerian, pengawasan proyek pembangunan, serta pengambilan keputusan terkait layanan publik dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Infrastruktur yang ada di Seiyun dapat dimanfaatkan secara optimal. Gedung pemerintahan, fasilitas administrasi, dan jaringan komunikasi lokal yang sudah ada memungkinkan pemerintah mengurangi ketergantungan pada sumber daya asing.
Kehadiran permanen pemerintah di dalam negeri juga tidak mengurangi kemampuan diplomasi internasional. Pertemuan dengan duta besar, delegasi asing, dan organisasi internasional tetap bisa dilakukan dengan pengaturan keamanan yang memadai di Seiyun.
Penempatan di Seiyun memberi keuntungan strategis untuk koordinasi militer. Pemerintah dapat memantau dan mengarahkan operasi di seluruh wilayah timur, termasuk Aden, Shabwa, dan Hadramaut, tanpa tergantung pada komunikasi jarak jauh dari Riyadh.
Selain itu, kehadiran pemerintah di Yaman akan memberikan dampak psikologis positif bagi aparat keamanan dan masyarakat. Moral pasukan dan aparat sipil meningkat, sementara rakyat melihat keseriusan pemerintah dalam menegakkan stabilitas.
Langkah ini akan memperkuat kehadiran negara di provinsi timur. Dengan pemimpin dan kabinet hadir langsung, pemerintah dapat lebih efektif memastikan penerapan hukum, pembangunan, dan pelayanan publik berjalan sesuai rencana.
Dari sisi ekonomi, penghematan biaya operasional dapat dialokasikan ke pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, dan pendidikan. Dana yang sebelumnya digunakan untuk fasilitas di luar negeri kini bisa dimanfaatkan langsung untuk kepentingan rakyat.
Kehadiran pemerintah di dalam negeri juga mempercepat proses pengambilan keputusan. Masalah lokal bisa segera ditangani tanpa birokrasi berlapis atau ketergantungan pada informasi jarak jauh dari Riyadh.
Seiyun yang relatif aman memberikan basis stabil bagi pemerintah untuk merencanakan strategi nasional jangka menengah dan panjang. Perencanaan pembangunan, distribusi sumber daya, dan koordinasi militer bisa dilakukan lebih menyeluruh.
Langkah ini juga memungkinkan penguatan hubungan antara pemerintah pusat dan provinsi lain. Dengan pemerintah hadir di Hadramaut, koordinasi dengan Gubernur dan aparat lokal menjadi lebih mudah, memperkuat integrasi nasional.
Kehadiran langsung juga memberi peluang untuk melihat masalah sosial secara nyata. Pejabat dapat meninjau kondisi masyarakat, mendengar keluhan warga, dan menyesuaikan kebijakan secara lebih responsif.
Dari perspektif politik, langkah ini akan mengirimkan sinyal kuat kepada semua pihak: pemerintah Yaman tetap hadir dan berfungsi di wilayahnya sendiri. Ini penting untuk memperkuat legitimasi politik di tengah konflik internal.
Keberadaan kabinet di Yaman juga memudahkan koordinasi dengan lembaga internasional, termasuk PBB dan badan bantuan kemanusiaan. Keputusan dan implementasi program bisa dilakukan lebih cepat tanpa hambatan jarak.
Penempatan permanen di Seiyun menegaskan kedaulatan Yaman di timur, sekaligus menjadi pusat stabilitas yang dapat dijadikan model untuk provinsi lain. Keamanan, pemerintahan, dan pembangunan bisa berjalan seiring.
Langkah ini akan menjadi tonggak penting bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakan kepada rakyat. Rakyat akan melihat bahwa pemerintah hadir bukan hanya secara simbolik, tetapi juga aktif menjalankan tugas di lapangan.
Dengan semua keuntungan strategis, politik, ekonomi, dan sosial, sudah saatnya Rashad Al Alimi dan jajaran kabinet mulai menetap di Seiyun. Langkah ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memperkuat legitimasi dan efektivitas pemerintahan.
Penempatan ini bisa menjadi awal bagi model pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat, lebih efisien, dan lebih kuat secara administrasi, sekaligus memastikan stabilitas Yaman tetap terjaga di tengah tantangan yang terus berkembang.


0 Response to "Saatnya Pemerintah Yaman Menetap di Dalam Negeri"
Post a Comment